Oleh : CHAZALI H SITUMORANG
Penulis adalah Alumni HMI Cabang Medan 1975-1982, Kahmi UNAS
Pada tanggal 27 November 2022 dini hari telah terpilih 9 Presidium MN KAHMI Periode 2022-2026. Urutan masing-masing sesuai dengan perolehan suara adalah; Ahmad Doli Kurnia (politisi Golkar); Ahmad Yohan (politisi PAN); Herman Khaeron (politisi Demokrat); Saan Mustopa (politisi Nasdem), M. Rifqinizamy Karsayuda (politisi PDIP); Abdullah Puteh (anggota DPD dari Aceh); Romo HR Muhammad Syafii (politisi Gerindra); Zulfikar Arse (Sadikin (politisi Golkar), dan Sutomo (Pengusaha).
Pertama sekali kita ucapkan selamat kepada mereka yang terpilih. Secara pribadi yang saya kenal baik adalah Doli, Romo dan Herman Khaeron. Saan Mustopa dan Abdullah Puteh saya mengenal mereka, tetapi belum pasti mereka mengingat saya.
Jika dilihat formasi latar belakang Presidium, tidak dapat dibantah bahwa mesin partai dimana mereka sebagai aktivis turut bekerja untuk mengkondisikan suara dari para Pengurus Daerah dan Wilayah Kahmi. Tidak perlu mereka mengenal secara personal, bagaimana kapasitasnya. Yang pasti kader HMI, dan berkiprah di politik, serta sukses berperan dipartai politik.
Kualitas insan cita HMI, mereka sudah miliki, dan teruji dalam perjalanan waktu di arena politik praktis. Kapasitas intelektual mereka sudah berada diatas rata-rata. Secara ekonomi juga mereka sudah terbilang mapan.
Kehadiran hampir sebagian besar partai politik melalui aktivisnya yang menjadi Presidium MN Kahmi, sebagai bukti apa yang dikatakan Prabowo di forum Munas Kahmi, bahwa kaukus HMI di parlemen adalah yang terbesar (HMI Connection).
Mungkin peran HMI Connection ini diketahui Presiden Jokowi. Presiden menyatakan akan hadir dan membuka Munas Kahmi XI di Palu pada tanggal 25 November 2022. Tetapi karena Anies Baswedan yang juga aktivis HMI dan pernah di MN Kahmi, diundang Panitia, protokol Istana meminta agar nama Anies dicoret dari daftar yang diundang. Pada mulanya Panitia bimbang, tetapi tetap memutuskan Anies diundang. Presiden Jokowi memutuskan tidak hadir, dan mewakilkan kepada Wapres RI, KH Ma’ruf Amin.
Kejadian itu membangun soliditas dan semakin meningkatan hubungan emosional untuk mendukung Anies sebagai Calon Presiden. Kehadiran Anies di forum Munas, disambut meriah dan luar biasa. Demikian juga oleh masyarakat Palu yang menunggu di Airport Palu menyambut kedatangan Anies.
Secara politis, kebijakan Presiden Jokowi tidak taktis. Sebagai Presiden yang akan berakhir periodenya, sapa dengan baik Anies di forum Munas itu. Walapun momen itu Pak Jokowi kalah pamor dari Anies, tidak mengapa. Itu resiko sebagai Presiden yang akan berakhir. Tetapi bagaimanapun langkah itu akan menuai simpatik dari peserta Munas yang berintelektual dan bernalar tinggi. Beda dengan relawan-relawan yang tidak jelas nalar intelektualnya, semboyannya “pokok’e…”
Kehadiran konfirgurasi representasi 7 partai politik papan atas dan menengah di Presidium MN Kahmi 2022-2026, mengindikasi bahwa periode mendatang ini adalah periode tahun politik. Karena dalam periode tersebut, Pileg dan Pilpres berlangsung.
Oleh karena itu, saya tidak terlalu kaget jika MW dan MD Kahmi seluruh Indonesia condong menjatuhkan pilihan pada para politisi, tidak para akademisi, birokrasi yang di masa pemerintahan Jokowi tidak berdaya, dan cenderung mengikuti arus kebijakan Jokowi yang sering tidak sesuai dengan keinginan rakyat.
