MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Kereta api menjadi moda transportasi yang digemari masyarakat. Selain bebas macet, juga Ndak deg-degan, karena KAI selalu mengutamakan keselamatan perjalanan KA.
Selama dalam perjalanan kereta api juga tersedia fasilitas anti bosan, dimana penumpang KA bisa terus menggunakan gadget atau laptopnya tanpa takut kehabisan baterai. Kenapa?, karena di setiap lokasi tempat duduk penumpang, sudah disiapkan colokan listrik yang bisa dimanfaatkan penumpang KA untuk mengisi baterai gadget atau laptop nya. Dan juga, selain pemandangan indah sepanjang perjalanan, juga tersedia kuliner di atas kereta.
Walaupun kondisi covid-19 sudah membaik, KAI tetap menjalankan protokol kesehatan untuk menjamin perjalanan dengan kereta api tetap sehat, aman dan nyaman.
Stasiun stasiun yang dimiliki KAI juga menjangkau banyak kota. KAI juga menyediakan tarif khusus go show, untuk rute-rute tertentu, dengan harga terjangkau yang bisa dibeli 2 (dua) jam sebelum jadwal keberangkatan KA. Sehingga, dengan fasilitas tersebut, kereta api menjadi primadona moda transportasi darat.
Namun, masih ada beberapa masyarakat yang coba coba hal yang tidak baik, dengan membeli tiket yang tidak sesuai dengan tujuan dari perjalanan penumpang tersebut. Mereka, penumpang yang coba coba tersebut, mencoba turun melampaui dari tiket yang dibelinya. Sehingga PT KAI memberikan sanksi, dengan menurunkan di stasiun kecil.
Hal ini terjadi di masa angkutan lebaran 2023 ini, bahkan sampai 4 (kali) kasus.
Seperti kejadian hari Rabu (26/4), merima informasi dari Kondektur Kereta Api Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung, bahwa kedapatan seorang penumpang yang seharusnya habis relasi di Stasiun Madiun, namun tidak turun.
Modus yang dilakukan adalah dengan berpindah ke kereta makan untuk membeli air mineral saat Kereta Api telah sampai di Stasiun Madiun. Setelah dilakukan pemeriksaan dan interogasi oleh petugas, ternyata yang bersangkutan ingin melanjutkan perjalanan menuju Solo Balapan, namun tanpa membeli tiket. Sehingga KA Turangga berhenti luar biasa di stasiun Kedunggalar pada pukul 21.35 untuk menurunkan penumpang tersebut.
Manager Humas Daop 7 Madiun Supriyanto mengatakan, “PT KAI memberikan sanksi kepada orang tersebut dengan menurunkan di Stasiun Kedunggalar”.
Sebelumnya juga terjadi kasus yang sama, yaitu :
– Jum’at (3/3), KA Sancaka tambahan, relasi Surabaya – Yogyakarta, terdapat 2 (dua) orang penumpang dengan relasi habis di stasiun Madiun, namun hendak berlanjut ke Yogyakarta tanpa tiket. KA Sancaka tambahan berhenti luar biasa di stasiun Kedunggalar untuk menurunkan kedua orang tersebut.
– Rabu (22/3), KA Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya. Kedapatan penumpang dengan tiket habis relasi Madiun, namun hendak melanjutkan ke Surabaya tanpa tiket. KA Argo Wilis berhenti luar biasa di stasiun Saradan, untuk menurunkan penumpang tersebut.
– 10 April 2023, 2 (dua) orang penumpang KA Sancaka relasi Yogyakarta – Surabaya, kedapatan penumpang habis relasi Madiun, namun Melanjutkan ke Mojokerto tanpa tiket. KA Sancaka berhenti luar biasa di stasiun Saradan guna menurunkan penumpang tersebut
“KAI mengimbau kepada pelanggan KA untuk tetap disiplin saat naik kereta api, dengan melakukan perjalanan sesuai dengan relasi tiket yang telah dipesan,” jelas Supriyanto.
