Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

MoU RKT Antara UNICEF, Bappenas dan Pemkot Soal Pemenuhan Konvensi Hak-Hak Anak di Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sebagai salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk usia 0-18 tahun sebanyak 829.348 orang, Surabaya memiliki komitmen untuk menjadi tempat yang ramah anak. Hal ini dikaitkan dengan visi “gotong royong menuju kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan” yang dituangkan dalam misi perwujudan kesejahteraan anak, pembentukan anak dengan SDM unggul, peningkatan infrastruktur untuk anak, pembangunan layanan publik ramah anak, dan perlindungan hukum bagi anak.

Pemerintah Kota Surabaya, UNICEF Indonesia, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menandatangani Rencana Kerja Tahunan (RKT) Program Child Friendly Cities Initiative (CFCI) 2023 pada hari Selasa, 14 November 2023, di Gedung Barat Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo No. 15, Surabaya.

CFCI adalah inisiatif global yang dipimpin oleh UNICEF untuk mendukung pemerintah daerah dalam merealisasikan hak-hak anak di tingkat lokal dengan menggunakan Konvensi Hak Anak sebagai dasarnya.

Program CFCI ini bertujuan untuk mendukung upaya Pemkot Surabaya dalam mewujudkan visi Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak, yaitu kota yang memenuhi hak-hak anak dan melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.

Program CFCI ini akan fokus pada lima area prioritas, yaitu: (1) Peningkatan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak; (2) Penguatan partisipasi anak dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan; (3) Peningkatan kapasitas dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun kota layak anak; (4) Peningkatan kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap hak-hak anak; dan (5) Peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan data terkait situasi anak di Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin antara Pemkot Surabaya, UNICEF Indonesia, dan Bappenas dalam Program CFCI ini.

Eri menekankan bahwa, anak-anak adalah aset dan harapan bangsa, sehingga perlu diberikan perhatian dan perlindungan khusus. Beliau juga mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendorong pembangunan yang berpihak pada anak di Kota Surabaya.

“Kami berterima kasih kepada UNICEF Indonesia dan Bappenas yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada Pemkot Surabaya dalam mewujudkan visi kami sebagai Kota Layak Anak. Kami berharap Program CFCI ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi anak-anak di Kota Surabaya, khususnya dalam hal kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

Kami juga mengajak semua stakeholder, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, untuk bersama-sama membangun Surabaya sebagai kota yang ramah, aman, dan sejahtera bagi anak-anak,” urainya.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Sosial UNICEF Indonesia, Yoshimi Nishino mengucapkan, selamat kepada Pemkot Surabaya sebagai kota pertama yang bergabung dengan CFCI di Indonesia. Surabaya selama ini telah menunjukkan komitmen dan kinerja yang luar biasa dalam perencanaan yang inklusif, alokasi anggaran untuk anak-anak, dan hasil yang mengesankan dalam perbaikan kesehatan anak.

Dengan menjadi kota pertama di Indonesia yang bergabung dalam CFCI, Surabaya dapat menjadi contoh dan inspirasi untuk kota dan kabupaten lain di Indonesia dalam membangun kota yang layak dan ramah untuk anak-anak. Yoshimi juga menyampaikan bahwa, bergabungnya Surabaya ke dalam CFCI ini merupakan investasi untuk masa depan Surabaya.

Melalui inisiatif ini, Surabaya memiliki kesempatan untuk lebih mengenalkan dirinya kepada dunia internasional, menarik investasi dan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita