Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Meriahnya Bedhol Pusaka Tiga Benda Sakral, Bupati Ponorogo: Ada 2 Lagi yang Dikirab

Meriahnya Bedhol Pusaka Tiga Benda Sakral, Bupati Ponorogo: Ada 2 Lagi yang Dikirab

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Tiga Pusaka yang bersemayam di Dalem Pringgitan rumah dinas Bupati Ponorogo dibedhol ke kota lama yang berada di komplek makam Batoro Katong, Jumat (5/7/2024) malam.

Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo mengatakan selain tiga pusaka yang dibedhol, ada juga 2 pusaka yang juga akan dikirab.

“Ada 3 pusaka yang kami kirab, ada Tombak Kyai Tunggul Naga, Angkin Cinde Puspita, dan Payung Kyai Tunggul Wulung. Kemudian kami kemarin mendapat hadiah dari Kabupaten Jepara yang bernama Bromo Geni, juga kami sebelum Grebeg Suro diberi Mpu di Ponorogo keris berlogo Grebeg Suro yang saya beri nama Ki Pamong Angon Geni. Nanti juga kami arak,”ucapnya.

Bedho pusaka yang akan menempuh jarak kurang lebih 5 kilometer tersebut disebut simbol dari peristiwa perpindahan pusat pemerintahan dari kota lama (komplek pemakaman Batoro Katong) ke kota tengah (Dalem Pringgitan Rumah Dinas Bupati).

Terpantau di lapangan, ratusan bahkan ribuan masyarakat dari berbagai daerah antusias menyaksikan bedhol pusaka tersebut yang juga merupakan salah satu rangkaian dari Grebeg Suro 2024.

Judha Slamet Sarwo Edhi, Kepala Disbudparpora Ponorogo mengatakan perpindahan pusat pemerintahan ada di periode Kanjeng Adipati Merto Hadinegoro.

“Moment perpindahan pemerintahan Ponorogo itu ada di periode Kanjeng Adipati Merto Negoro. Maka peristiwa itu disimbolkan dengan berbagai pusaka yang memiliki makna filosofis. Nah, perpindahan itu kami aktualisasikan dalam bentuk prosesi Kirab Pusaka pada waktu siang sehari menjelang 1 muharram,”ungkapnya.

Sebelum prosesi kirab pusaka, Judha menambahkan pusaka yang dimiliki Ponorogo bersemayam di Dalem Pringgitan, maka akan dibedhol ke kota lama untuk kemudian dikirab.

“Sebelum proses kirab esok hari, pusaka-pusaka ini kan bersemayam di Dalem Pringgitan. Jadi ada lagi rangkaian pra-kirab yang bernama bedhol pusaka, yaitu pengambilan pusaka untuk dibawa ke kota lama sana dan semayamkan hingga saatnya akan dikirab menuju Dalem Pringgitan kembali. Untuk bedhol pusaka itu malam hari sebelum kirab dilaksanakan, untuk kirabnya itu jam 1 siang sehari jelang 1 Suro/muharram,”pungkasnya. (ADV)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita