PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Seorang Petani bernama KNC (62) warga Dusun Gunungthukul Desa Suru Kecamatan Sooko ditemukan membusuk di rumahnya, Selasa (23/7/2024).
Kabar tersebut datang dari kerabat yang akan menjenguk kondisi korban karena tidak keluar rumah sejak 21 Juli lalu.
Kapolsek Sooko Iptu Moh. Isa Latip mengatakan KNC (62) Menurut keterangan dari keluarga pada tanggal 21 Juli 2024 masih melihat korban bersih bersih di halaman rumah.
“Dari keterangan keluarga korban, kemarin hari Minggu masih melihat korban bersih-bersih rumah dan mengeluh sakit serta korban sendiri tinggal sendirian karena belum menikah,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Iptu Isa Latip menjelaskan kronologi awal kejadian tersebut diketahui oleh saksi hingga dilaporkan ke pihaknya.
“Awalnya pada hari Selasa tgl 23 Juli 2024 saksi diminta kerabat korban untuk melihat korban dirumahnya. Pada saat saksi sampai di rumah korban, rumah keadaan terkunci dari dalam. Lalu Saksi berusaha masuk melalui pintu belakang dan mencium bau busuk. Usai dicari sumber bau, ternyata KNC (62) sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi duduk di tanah bersandar kursi dalam kondisi korban sudah bengkak dan berbau,”jelasnya.
Usai mengetahui hal itu, saksi melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Dusun Gunungthukul lalu di teruskan ke Polsek Sooko guna tindakan lebih lanjut.
Polsek Sooko yang menerima laporan tersebut mendatangi TKP untuk memastikan penyebab kematian Polsek Sooko menghubungi Tim Medis dari Puskesmas Sooko dan tim Identifikasi dari Polres Ponorogo.
“Piket SPKT Polsek Sooko menerima laporan adanya orang meninggal di Desa Suru, selanjutnya kami menghubungi tim medis dari Puskesmas Sooko, tim Identifikasi dari Polres Ponorogo dan menuju mendatangi tempat kejadian,”lanjutnya.
Berdasar hasil pemeriksaan, Kapolsek Sooko menyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan keluarga menerima kejadian ini.
”Dari hasil pemeriksaan Medis dari Puskesmas Sooko dan tim Identifikasi dari Polres Ponorogo pada korban tidak ada tanda-tanda adanya kekerasan atau penganiayaan, di dekat korban diketemukan bekas bungkus obat berbagai macam merk serta dalam hal ini dari pihak Keluarga korban menerima atas kejadian tersebut sebagai musibah serta bersedia tidak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan secara tertulis,”pungkasnya. (Imam_kanalindonesia.com)

