PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Menteri Koordinator (Menko) bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi panen raya jagung NK 212 di Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (3/8/2024) siang.
Dia disana bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan petani setempat memanen Jagung jenis NK 212 yang juga diketahui merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
Mengetahui ada menteri yang datang, para petani ambil kesempatan untuk menyuarakan aspirasi terkait harga jagung yang cenderung murah.
Mujiono, salah satu petani mengatakan harga jagung saat panen ini dinilai rendah/murah.
“Harga jagung ini Rp4.450/kg, padahal sebelumnya pernah Rp6.000/kg. mbok ya diperhatikan nasib kami, kebutuhan tanam jagung disini mahal,”katanya.
Menanggapi hal ini, Muhadjir mengatakan bahwa pemerintah daerah berperan penting dalam pengendalian harga jagung.
“Mustinya ada intervensi dari pemerintah daerah terkait harga komoditas jagung ini, jangan sampai ada pemain yang memanfaatkan momen ini untuk merugikan petani,”ungkapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa etos kerja petani di Indonesia tidak kalah dengan Negara luar. Muhadjir menyatakan bahwa setelah kunjungan ke Brazil dan Vietnam, etos kerjanya tidak kalah.
“Mental kerja petani kita nggak kalah dengan petani Vietnam dan Brazil. Bahkan mental kerja petani kita itu hebat lama bisa bertahan mulai 05.00 pagi hingga 05.00 sore,”lanjutnya.
Untuk mendorong tingkat konsumsi komoditas jagung, Menko PMK tersebut mendorong generasi muda untuk menggunakan jagung sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi.
“bahwa karbohidrat itu tidak hanya di beras banyak sekali sumber bahan makanan yang karbohidratnya tidak kalah dibanding dari beras,”pungkasnya. (Imam_kanalindonesia.com)

