Larut Syahdu Bersama Lautan Masyarakat di Lumajang Bershalawat, Khofifah: Shalawat Rawat Kebhinekaan dan NKRI

- Editor

Jumat, 16 Agustus 2024 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG, KANALINDONESIA.COM: Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jatim periode 2019-2024 menyatu bersama lautan masyarakat dalam syahdunya Lumajang Bershalawat yang digelar di Stadion Semeru Kabupaten Lumajang, Jumat (16/8/2024) malam.

Dalam acara Lumajang Bershalawat yang digelar oleh Pemkab Lumajang bersama HIPMI Kabupaten Lumajang, puluhan ribu masyarakat dari seluruh penjuru Kabupaten Lumajang diajak larut dalam syahdunya shalawat bersama Majelis Salawat Syubanul Muslimin dan Nurus Solah.

Dalam kesempatan ini, secara khusus Khofifah memberikan tausiah kemerdekaan. Ditegaskannya bahwa sejatinya shalawat adalah salah satu cara merawat kerukunan bangsa, kedamaian bangsa, dan keutuhan NKRI.

“Suatu saat sebelum Afghanistan jatuh ke tangan Taliban, Presiden Ashraf Ghani pernah bertanya pada Presiden Jokowi berapa jumlah suku di Indonesia. Yang kemudian dijawab oleh Presiden Jokowi bahwa jumlah suku di Indonesia ada sebanyak 714 suku,” cerita Khofifah.

Jawaban Presiden Jokowi tersebut membuat Presiden Ashraf Ghani kaget. Dengan jumlah suku sebanyak itu, Presiden Ashraf Ghani terheran bagaimana Indonesia bisa aman damai dan terjaga kerukunannya.

Sementara di Afghanistan yang hanya terdiri dari tujuh suku, sedikit permasalahan saja bisa menyulut perpecahan hingga mendalam bahkan berjepanjangan. Hal itu membuatnya bertanya-tanya apa rahasia Indonesia bisa merawat keutuhan NKRI.

“Ada banyak cara dan banyak elemen yang terus berupaya merawat keutuhan negeri ini. Guru-guru kita, para tokoh agama, mengajarkan dan mengajak kita beragam-ragam shalawat, beragam-ragam dzikir, sejatinya adalah mereka sedang mengajarkan kedamaian,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, hal itu kemudian dijabarkan oleh Khofifah, bahwa shalawat dan dzikir yang dilantunkan oleh seseorang maka akan mendatangkan ketenangan. Hati yang gelisah, hati yang sedang kalut dan galau ketika diajak dalam syahdunya salawat dan dzikir maka akan berubah menjadi tenang dan mendatangkan pikiran yang jernih. Tidak hanya itu, lantunan shalawat juga mendatangkan berkah dari Allah SWT.

“Maka ketenangan ini yang merawat bangsa ini. Bahwa shalawat juga lantunan dzikir yang merawat kebhinekaan kita, merawat NKRI kita. Shalawat juga menjadi cara kita mencintai bangsa Indonesia,” tegas Khofifah.

Oleh sebab itu, secara khusus ia menyampaikan terima kasih dan apresiasinya pada Pemkab Lumajang khususnya Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni bersama HIPMI Lumajang yang berinisiatif menggelar majelis Lumajang Bershalawat dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-79.

Ditegaskannya, bahwa majelis yang melantunkan shalawat ini akan melangitkan doa-doa masyarakat Lumajang, sehingga Allah SWT akan menurunkan keberkahan, kedamaian dan juga kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Lumajang, juga untuk masyarakat Jawa Timur dan untuk bangsa Indonesia.

“Semoga Allah menjadikan negeri kita baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur, sebuah bangsa yang penuh ketentraman dan dilimpahkan keberkahan pada seluruh penduduknya,” ucap Khofifah.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menerangkan begitu banyak manfaat yang didapat dari memperbanyak shalawat. Bacaan shalawat yang tak putus dilantunkan akan mendatangkan pertolongan dan keberkahan Allah. Shalawat yang tak pernah putus juga menjadi hal yang memurahkan Allah untuk menurunkan rahmat dan rahimnya. Bahkan barang siapa yang rajin bershalawat juga dijanjikan Allah akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad di hari akhir kelak.

“Dari Lumajang Bershalawat ini, insya allah resonansinya akan sampai ke Jawa Timur dan Indonesia. Bahwa Lumajang Bershalawat turut menguatkan nafas nasionalisme kita dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 79,” tegas Khofifah.

Dalam acara Lumajang Bershalawat ini, turut hadir KH As’ad Malik yang turut memberikan tausyiah kemerdekaan pada masyarakat yang hadir. Kegiatan ini juga turut diawali dengan rangkaian santunan anak yatim dan juga rangkaian doa untuk bangsa.

Baca berita lainnya di Google News Kanalindonesia.com

Berita Terkait

Penguatan Peringatan Dini Banjir Lahar di Gunung Semeru
Sambangi Rumah Industri Gula Merah di Candipuro Lumajang, Khofifah Siap Fasilitasi Replanting Kelapa Hibrida
Sambangi PT Mustikatama Lumajang, Khofifah Siap Wujudkan Ekosistem Industri Pengolahan untuk Genjot Ekspor Non Migas Jatim
Erupsi Gunung Semeru, Tinggi Kolom 800 Meter
Khofifah dan Relawan Lumajang Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Apel Latansa di Lumajang, 2.500 Emak-Emak PKS Siap Jadi Jurkam Menangkan Khofifah-Emil
Pencarian Korban Longsor di Tambang Pasir, Polres Lumajang Kerahkan Unit K9
Update Longsor Lumajang, Tim Gabungan Kembali Temukan Satu Korban Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 25 Januari 2025 - 12:22 WIB

Penguatan Peringatan Dini Banjir Lahar di Gunung Semeru

Kamis, 14 November 2024 - 14:21 WIB

Sambangi Rumah Industri Gula Merah di Candipuro Lumajang, Khofifah Siap Fasilitasi Replanting Kelapa Hibrida

Kamis, 14 November 2024 - 08:29 WIB

Sambangi PT Mustikatama Lumajang, Khofifah Siap Wujudkan Ekosistem Industri Pengolahan untuk Genjot Ekspor Non Migas Jatim

Senin, 4 November 2024 - 13:17 WIB

Erupsi Gunung Semeru, Tinggi Kolom 800 Meter

Senin, 14 Oktober 2024 - 12:14 WIB

Khofifah dan Relawan Lumajang Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Minggu, 13 Oktober 2024 - 16:22 WIB

Apel Latansa di Lumajang, 2.500 Emak-Emak PKS Siap Jadi Jurkam Menangkan Khofifah-Emil

Jumat, 16 Agustus 2024 - 09:24 WIB

Larut Syahdu Bersama Lautan Masyarakat di Lumajang Bershalawat, Khofifah: Shalawat Rawat Kebhinekaan dan NKRI

Kamis, 6 Juni 2024 - 12:57 WIB

Pencarian Korban Longsor di Tambang Pasir, Polres Lumajang Kerahkan Unit K9

KANAL TERKINI

https://cirebonkota.go.id/stunting/

DAERAH

Penanggulangan Stunting di Kota Cirebon

Minggu, 9 Feb 2025 - 14:38 WIB