Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Tim Jatinewyork Unpad Bandung Juara Liga Mahasiswa Innovilleague 2025

Tim Jatinewyork Unpad Bandung Juara Liga Mahasiswa Innovilleague 2025
Tim Jatinewyork wakil Universitas Padjajaran Bandung tampil sebagai juara Liga Mahasiswa Innovilleague for Student 2025 di Graha Unesa Surabaya (14/8/2025)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Tim Jatinewyork wakil dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung menjuarai Liga Mahasiswa Innovilleague for Student 2025.

Jatinewyork menyisihkan tujuh tim finalis lainnya yang hasilnya diumumkan di depan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Graha Unesa Surabaya, Kamis (14/8/2025).

Tim yang beranggotakan tiga mahasiswa ini mengangkat tentang perlunya menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat desa perajin bambu.

Mereka mengambil sample perajin bambu dari Desa Babakan Peuteuy (Jawa Barat) yang nyaris lesu darah setelah perekonomiannya dihantam badai Covid 19.

“Kami sepakat memilih tema Akselerator Ekonomi Kreatif Berbasis Kerajinan Bambu dengan Metode Community Empowerment untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi di Desa Babakan Peuteuy,” jelas wakil Tim Jatinewyork Haris Maulana dari Fakultas Ekonomi (Manajemen).

Haris dan rekan-rekannya sudah memprediksi bakal menjadi juara karena pilihan materi diangkat dalam Liga Mahasiswa Innovilleague ini juah lebih mengena untuk pemberdayaan masyarakat desa. “Konsep kami lebih kongkrit untuk bisa diaplikasikan dan dimanifestasikan. Bukan sekedar wacana,” aku mahasiswa semester tujuh ini.

Karya juara kedua diraih Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Tim berjuluk Passmapres mengentas tema BANGSIAP. Mereka mengambil judul Inovasi Digital Desa Bebasis AI dan Sinergi Hexahelix Berkelanjutan untuk Penanggulangan Pengangguran Struktural di Bantul.

Sementara tuan rumah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil memberikan hasil kerja kerasnya di hadapan Rektornya, Prof Dr Nurasan MKes sebagai juara ketiga.

Tim Simpul Asa (Unesa) ini menampilkan karyanya berjudul: Sampang Smart Village Platform Terintegrasi sebagai Solusi Terpadu untuk Mengentas Kemiskinan.

Finalis lainnya, Tim BIOTIT dari Universitas Negeri Gorontalo berhasil menjadi juara Favorit. Tema yang diusung adalah Geo-Agro Wellness Bongongoayu: Pengembangan Geowisata Edukatif dan Agrobisnis untuk Ketahanan Ekonomi Masyarakat Berbasis Komunitas Berkelanjutan.

Sementara tiga finalis berikutnya Tim Mangrovepreneurs dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan ANNEX STIP
TEAM (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta dan FORMOSA dari Universitas Sumatera Utara (USU) masing-masing meraih predikat yang tak kalah bergengsi.

ULM dan STIP dinobatkan sebagai tim juara Bidang Gagasan Solutif dan Inovatif Liga Mahasiswa Innovilleague for Student 2025.

ULM mengetengahkan tema Pemanfaatan Nektar Mangrove Air Tawar (Sonneratia Caseolaris) sebagai genarating income di Desa Mekar Sari.

Sedangkan STIP menyandang gelar tersebut dari hasil karyanya Inovasi Biogrease Hijau dari Minyak Jelantah untuk Pemberdayaan Ibu PKK Desa Paseban melalui Padat Karya Menuju Industri Pelayaran Berkelanjutan.

Sedangkan USU yang mengedepankan tema Tranformasi Ekonomi Desa Pesisir Model Pendekatan Ekonomi Hijau untuk Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara meraih gelar Venable Mantione.

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar yang hadir dalam acara penganugerahan gelar juara tersebut sangat bangga atas aspirasi mahasiswa. “Karya yang luar biasa ini harus kita apresiasi agar mereka lebih meningkatkan kemampuannya. Bila perlu kita biaya mereka sampai sukses,” ujarnya kepada media ini.

Selain Muhaimin, kedelapan finalis ini juga direspon positif Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Prof Dr rer. nat. Abdul Latif.

Saat membuka acara Prof Latif menyambut gembira dan bangga atas prestasi yang telah diraih peserta Liga Mahasiswa ini.

Ia menyebut inilah raihan yang luar biasa atas kepedulian mahasiswa berperan serta memikirkan potensi dan nasib masyarakat desa agar bisa terangkat dari garis kemiskinan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita