KABUPATEN BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Persoalan sampah masih jadi tantangan besar di Kabupaten Bandung Barat. Timbulan sampah tinggi, kesadaran masyarakat masih rendah, dan pengelolaan sampah makin kompleks.
DLH KBB kini menyiapkan program strategis “Satu Desa Satu Bank Sampah”, lengkap dengan rencana pembentukan bank sampah induk di setiap kecamatan. Program ini sudah masuk dalam dokumen RIPS KBB dan disiapkan sebagai langkah antisipasi darurat sampah di Bandung Raya.
Kepala DLH, Ibrahim Aji, menyebut bahwa penguatan bank sampah di desa dan kecamatan selaras dengan rencana pelimpahan sebagian kewenangan pengelolaan sampah ke kewilayahan, sehingga sampah bisa diselesaikan langsung dari sumbernya.
Namun, program ini terbentur kebijakan efisiensi anggaran di tahun 2026. Padahal, TPA Sarimukti diproyeksikan penuh pada tahun yang sama, dan jika tidak siap, KBB bisa menghadapi krisis sampah pada 2027. DLH kini mencari dukungan dari pemerintah pusat dan peluang pendanaan CSR.
Saat ini, sudah ada lebih dari 40 bank sampah beroperasi di KBB, terutama di wilayah Lembang dan Cisarua. DLH sedang memetakan ulang sebarannya untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran.
Ke depan, pembentukan bank sampah baru akan melibatkan komunitas lingkungan untuk mendampingi masyarakat agar tiap desa bisa mandiri pada 2026.
Laporan pemetaan terbaru sedang dirampungkan untuk menentukan titik-titik prioritas pembentukan bank sampah ke depan. (Fey)

