BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Dalam rangka melaksanakan Kunjungan Kerja, dan Koordinasi Rencana Kerja Tahun 2026 bersama Dinas Kesehatan dan jajaran RSUD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang Supriatna, menilai agenda ini sebagai upaya penguatan sinergi sektor kesehatan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sementara itu, bupati dalam arahannya di Kantor Dinkes Kab. Bandung, Kamis (8/1/2026) menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan masyarakat sebagaimana program Presiden RI melalui Kementerian Kesehatan.
Ia meminta agar seluruh fasilitas kesehatan, termasuk 62 puskesmas dan 8 rumah sakit daerah, segera melakukan pembagian wilayah layanan untuk menjangkau seluruh masyarakat.
“Pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh warga Kabupaten Bandung, yang jumlahnya mencapai sekitar 3,8 juta jiwa, harus menjadi gerakan bersama. Dengan deteksi dini, penanganan penyakit akan lebih mudah dilakukan, sekaligus menghasilkan data kesehatan yang akurat untuk mengetahui pola penyakit yang berkembang di masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung menyoroti keterbatasan jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Bandung. Berdasarkan kajian, idealnya Kabupaten Bandung memiliki 124 puskesmas, sementara saat ini baru tersedia 62 puskesmas.
Ia meminta agar penambahan fasilitas kesehatan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada wilayah yang jauh dari pusat keramaian atau masuk kategori daerah 3 T Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
Sekda Cakra Amiyana, dalam arahannya menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama, khususnya dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.
Salah satu isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius adalah penanganan stunting yang memerlukan intervensi sensitif dan penajaman program lintas sektor hingga ke tingkat desa. (Fey)

