Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Rotasi Pejabat Pemkot Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan Tekankan Jabatan Bukan Tujuan Akhir ASN

Rotasi Pejabat Pemkot Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan Tekankan Jabatan Bukan Tujuan Akhir ASN

KOTA BANDUNG, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Bandung melaksanakan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan melalui Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi yang digelar di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi modern. Menurutnya, jabatan harus dimaknai sebagai bagian dari perjalanan pengabdian, bukan sebagai tujuan akhir karier aparatur sipil negara.

“Ini bagian dari ibadah kita dalam ruang kerja masing-masing. Hari ini bukan puncak dari segalanya, tetapi bagian dari perjalanan panjang pengabdian,” ujar Farhan dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, empat pejabat pimpinan tinggi resmi dilantik, yaitu:

  1. Agus Slamet Firdaus sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah,
  2. Yayan Ahmad Brilyana sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan,
  3. Andri Darusman sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol),
  4. Henryco Arie Sapiie sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Khusus kepada Kepala Diskominfo yang baru, Farhan menekankan pentingnya peran komunikasi pemerintah atau government public relations. Ia menegaskan secara sadar tidak membentuk tim komunikasi khusus di luar Diskominfo.

“Saya selalu menempatkan Kominfo sebagai government PR dan betul-betul mengandalkan dinas ini. Tantangan komunikasi tidak ringan. Hubungan dengan media dan para pemangku kepentingan harus terus dijaga,” katanya.

Farhan juga mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir Pemerintah Kota Bandung kerap dihadapkan pada berbagai narasi negatif di ruang publik. Namun melalui strategi komunikasi yang terencana dan terkoordinasi, pemerintah dinilai mampu menjaga citra kelembagaan serta kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, kepada Kepala Kesbangpol, Farhan mengingatkan pentingnya menjaga netralitas politik serta keseimbangan komunikasi dengan seluruh elemen, mulai dari partai politik, organisasi kemasyarakatan, kelompok keagamaan, hingga mahasiswa.

“Orientasi politik kekuasaan saya hanya satu, vertikal kepada gubernur dan presiden. Titik,” tegasnya.

Di sektor ketenagakerjaan, Farhan meminta adanya terobosan dalam meningkatkan serapan tenaga kerja formal. Ia mendorong penguatan program pelatihan, pemagangan, internship, serta pelaksanaan job fair yang berbasis pada data demografi dan kebutuhan riil wilayah.

Adapun kepada Asisten Administrasi Umum, Farhan menekankan pentingnya penguatan sinergi dengan BKPSDM agar tata kelola administrasi pemerintahan berjalan solid, konsisten, dan tidak menimbulkan kebingungan dalam pengambilan kebijakan.

Menutup sambutannya, Farhan kembali mengingatkan bahwa jabatan bukanlah posisi yang bersifat permanen.

“Mari menjadi birokrat yang cerdas beradaptasi, memahami tantangan, dan bekerja dengan dedikasi serta loyalitas tunggal,” pungkasnya. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita