BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Kegiatan buka puasa bersama yang digelar DPRD di hotel berbintang menuai kritik keras dari publik. Pasalnya, acara tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat, padahal fasilitas ruang pertemuan di Gedung DPRD dinilai sangat memadai dan layak untuk mengefisienkan anggaran.
Buka bersama itu dilaksanakan di The Eminence Hotel Convention & Resort Lembang, yang berlokasi di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (2/3/2026).
Kritik publik menguat karena kegiatan silaturahmi dan internal lembaga seharusnya dapat digelar di Gedung DPRD sendiri yang dinilai jauh lebih representatif, luas, dan tidak menimbulkan beban biaya sewa hotel.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan ajang silaturahmi dan penguatan kerja sama.
“Ini adalah ajang silaturahmi dan kerja sama di antara kita. Tadi juga saya sampaikan dalam sambutan, bahwa kerja sama ini bukan hanya dalam buka bersama, tetapi dalam berbagai hal kita harus melakukan kerja sama yang baik,” ujarnya.

Menanggapi kritik masyarakat yang menilai pelaksanaan buka bersama di hotel terkesan mewah dan tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran, ia berdalih bahwa pemilihan lokasi justru didasarkan pada pertimbangan biaya.
“Ada kritik dari publik bahwa pelaksanaan buka bersama di hotel nampak mewah. Tapi perlu diketahui, ini hotel baru dan sedang memberikan promo yang luar biasa. Kenapa tidak dimanfaatkan promo itu? Itu yang menjadi pertimbangan utama,” katanya.
Meski demikian, sorotan publik tetap mengarah pada substansi penggunaan anggaran. Sebab, anggaran kegiatan DPRD bersumber dari APBD, yang pada hakikatnya merupakan uang rakyat dan digunakan kembali oleh wakil rakyat untuk kegiatan internal lembaga.
Di sisi lain, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai forum pembahasan program pembangunan.
“Selain buka bersama, memang ada hal-hal yang bisa dibicarakan. Tapi untuk program secara khusus tidak kita ngobrol di sini. Kita berbaur saja. Intinya acara hari ini adalah silaturahmi. Untuk pembahasan yang lebih fokus, akan dilakukan di pertemuan yang berbeda,” ucap Jeje.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi kuat antara eksekutif dan legislatif.
“Pada intinya, kita harus terus meningkatkan kerja sama. Karena membangun Bandung Barat ini, Pemda dan Dewan adalah dua unsur yang saling memberi kekuatan. Yang satu ada kurang, yang lain ada lebih,” katanya.
Namun, di tengah seruan sinergi tersebut, publik tetap mempertanyakan komitmen DPRD terhadap efisiensi dan kepekaan terhadap penggunaan uang rakyat, terutama ketika gedung DPRD sendiri dinilai jauh lebih layak untuk menggelar kegiatan buka puasa bersama tanpa harus menggunakan hotel berbintang. (Fey)

