Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Kedatangan Rajiv Anggota DPR RI Disambut Kekecewaan Warga Bandung Barat: Voucher Rp10 Ribu Dinilai Tak Bermakna

Kedatangan Rajiv Anggota DPR RI Disambut Kekecewaan Warga Bandung Barat: Voucher Rp10 Ribu Dinilai Tak Bermakna

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Lapangan Voli Ciburuy RW 16, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (6/3/2026), justru menuai kekecewaan dari warga setempat. Program yang disebut bertujuan menstabilkan pasokan dan harga pangan itu dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung, serta DPR RI tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi NasDem Dapil Jawa Barat 2, Rajiv Singh. Namun, kedatangan wakil rakyat itu tidak disambut antusias oleh warga Desa Ciburuy.

Kekecewaan warga terlihat sejak awal pelaksanaan kegiatan. Masyarakat yang datang hanya mendapatkan satu voucher senilai Rp10 ribu yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan yang disediakan panitia. Voucher tersebut hanya berlaku sebagai potongan harga dari total belanja.

Menurut warga, kesombongan dan keangkuhan Rajiv pada potongan tersebut tidak terlalu membantu karena harga bahan pokok yang dijual dinilai hampir sama dengan harga di pasar pada umumnya.

“Cuma dapat voucher Rp10 ribu, sementara harga beras, telur, ayam, daging, sayuran sampai buah-buahan hampir sama dengan harga di pasar. Jadi tidak terasa murah,” ujar salah seorang warga yang hadir di lokasi.

Warga menilai kegiatan yang seharusnya bertujuan membantu masyarakat justru tidak memberikan dampak nyata dalam meringankan beban kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga bahkan menilai kegiatan tersebut tidak mencerminkan program stabilisasi harga pangan seperti yang disampaikan dalam tema acara. Mereka berharap kegiatan serupa ke depan benar-benar memberikan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau seperti ini, seharusnya tidak usah diadakan. Harapannya kan pangan murah, tapi kenyataannya tidak jauh beda dengan harga pasar,” keluh warga lainnya.

Di lokasi kegiatan, raut wajah kekecewaan tampak dari sejumlah warga Desa Ciburuy RW 16 yang datang dengan harapan mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Program yang digadang-gadang sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan itu justru menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai efektivitas pelaksanaannya di lapangan. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita