BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Suasana hangat penuh kebersamaan dan semangat juang mewarnai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi kader sekaligus penegasan arah perjuangan partai ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. Jazilul Fawaid, Al Hafidz, SQ., M.A., yang menyampaikan langsung amanat dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Jazil itu mengaku bangga bisa hadir di Bandung Barat. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan tanpa alasan, melainkan membawa mandat khusus dari pimpinan pusat.
“Saya diutus oleh Gus Muhaimin untuk hadir ke Bandung Barat. Cabang yang saya hadiri adalah cabang-cabang yang memiliki prestasi,” ujarnya di hadapan peserta muscab.
Gus Jazil juga menegaskan bahwa PKB tidak bisa dilepaskan dari peran ulama. Menurutnya, di tengah dinamika zaman yang terus berubah, politik berbasis nilai keulamaan justru semakin penting untuk dijaga.
“PKB harus siap menggunakan kepemimpinan ulama. Ulama tidak bisa dipisahkan dari PKB. Tantangan politik saat ini semakin berat, sehingga harus dilandasi konsep tauhid dan keimanan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Jazil menyampaikan dua pesan penting dari Gus Muhaimin kepada seluruh kader PKB, khususnya di Bandung Barat:
- Turun ke lapangan sebagai pelayan rakyat
- Kader PKB diminta hadir langsung di tengah masyarakat, mendampingi petani, buruh, dan kelompok kecil lainnya.
Kader harus naik kelas menjadi pemimpin
Tidak hanya melayani, kader juga dituntut meningkatkan kapasitas diri agar mampu memimpin di berbagai level.
Ia pun menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi kunci utama agar kader PKB mampu bersaing dan memimpin di masa depan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, turut memberikan sambutan yang sarat nuansa kekeluargaan. Ia menyebut PKB bukan sekadar mitra politik, melainkan sudah seperti bagian dari rumah sendiri.
“PKB bukan rumah orang lain, melainkan sudah seperti rumah sendiri,” ungkapnya.
Kang Asep juga menyoroti keselarasan visi antara PKB dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, yakni visi AGAMIS (Agamis, Aman, Maju, Inovatif, dan Sejahtera).
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen partai politik, termasuk di luar koalisi, untuk bersama-sama membangun daerah.
“Saya harap semua partai, termasuk non-koalisi, bisa kompak membangun Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Kang Asep menegaskan bahwa siapapun yang terpilih dalam kepemimpinan PKB ke depan, soliditas partai harus tetap terjaga.
“Siapapun yang akan meneruskan kepemimpinan PKB, partai ini harus tetap solid,” tutupnya.
Muscab PKB Kabupaten Bandung Barat ini pun berlangsung khidmat dan penuh semangat, menjadi bukti komitmen partai dalam mencetak kader unggul yang berakar pada nilai keulamaan sekaligus kebangsaan. (Fey)

