BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Keluhan masyarakat Kabupaten Bandung Barat kembali mencuat dan kian meluas. Warga mengaku geram melihat kondisi lingkungan yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan, terutama terkait infrastruktur jalan yang rusak.
Sejumlah ruas jalan pedesaan dilaporkan mengalami kerusakan parah dan belum tersentuh perbaikan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat setempat.
Di sisi lain, tekanan ekonomi juga semakin dirasakan. Harga bahan pokok yang terus merangkak naik membuat beban hidup masyarakat semakin berat. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan.
Bahkan, tidak sedikit warga lulusan SMA/SMK hingga sarjana yang mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan di wilayah Bandung Barat.
Tokoh masyarakat, Abidin, dalam keterangannya pada Minggu (19/5/2026), menilai kondisi Kabupaten Bandung Barat saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ia menyoroti berbagai persoalan yang dinilai belum tertangani secara optimal.
“Jalan pedesaan masih banyak yang rusak, ini jelas menghambat aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Selain itu, persoalan kemacetan di sejumlah titik strategis seperti pertigaan Cimareme, Tagog Padalarang, dan kawasan Batujajar juga dinilai belum menemukan solusi konkret.
Tak hanya itu, Abidin juga menyoroti belum cairnya gaji RT dan RW yang hingga kini belum tersalurkan. Hal tersebut dinilai semakin menambah kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Ia pun mempertanyakan kinerja Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat yang dianggap lambat dalam merespons berbagai persoalan masyarakat.
“Di mana peran pemimpin daerah? Kerjanya terkesan lambat, tidak seperti janji saat kampanye,” tegasnya.
Situasi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat mengharapkan langkah nyata dan respons cepat dari pemerintah daerah untuk segera membenahi berbagai persoalan yang ada. (Fey)

