BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2027, wacana besar mulai digaungkan untuk mendorong lahirnya sosok pemimpin desa yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Bukan sekadar figur yang muncul dari kepentingan politik, melainkan pemimpin yang memiliki integritas, etika, dan komitmen kuat terhadap pembangunan desa.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat sekaligus Sekretaris Fraksi PKB KBB, Sandi Supyandi, Rabu (6/5/2026) secara tegas menyampaikan gagasannya tentang pentingnya melahirkan kepala desa yang “bangsawan” dalam arti kualitas moral, bukan garis keturunan. Istilah bangsawan yang dimaksud adalah pemimpin yang memiliki keluhuran sikap, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta keberpihakan penuh kepada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan desa ke depan harus terbebas dari tarik-menarik kepentingan politik praktis. Kepala desa tidak seharusnya menjadi perpanjangan tangan kekuatan politik tertentu yang justru berpotensi menghambat pembangunan. Sebaliknya, mereka harus berdiri tegak sebagai pelayan rakyat yang independen, fokus pada kemajuan desa, dan mampu menghadirkan perubahan nyata.
“Pemimpin desa harus lahir dari nilai, bukan kepentingan. Mereka harus bekerja dengan elegan, jujur, dan tidak terikat oleh tekanan politik mana pun. Inilah yang akan membawa desa maju secara utuh,” tegas Sandi.
Ia menilai, selama ini masih banyak dinamika Pilkades yang diwarnai kepentingan sempit, sehingga arah pembangunan desa tidak maksimal. Oleh karena itu, momentum Pilkades 2027 harus menjadi titik balik. Masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menentukan pilihan, tidak lagi terjebak pada popularitas semu atau dorongan politik sesaat.
Lebih jauh, Sandi menegaskan bahwa kepala desa yang ideal adalah mereka yang mampu mengelola potensi desa dengan cerdas, transparan dalam tata kelola anggaran, serta berani mengambil langkah strategis demi kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinan seperti inilah yang akan menciptakan desa mandiri, kuat secara ekonomi, dan harmonis secara sosial.
Gagasan ini sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran politik yang sehat di tingkat desa. Pilkades bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan penentu arah masa depan masyarakat desa itu sendiri.
Dengan semangat perubahan dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kepemimpinan yang bermartabat, harapan akan lahirnya kepala desa yang benar-benar “bangsawan” dalam sikap dan pengabdian bukanlah hal yang mustahil.
Pilkades 2027 diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya generasi pemimpin desa yang kuat, berintegritas, dan sepenuhnya berpihak kepada rakyat. (Fey)

