Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Pemkab Bandung Barat Bergerak, Eceng Gondok di Waduk Saguling Dibersihkan Demi Selamatkan Fungsi PLTA

Pemkab Bandung Barat Bergerak, Eceng Gondok di Waduk Saguling Dibersihkan Demi Selamatkan Fungsi PLTA

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar aksi gotong royong besar-besaran membersihkan eceng gondok yang memenuhi kawasan Waduk Saguling. Kegiatan ini melibatkan PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, TNI, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kelestarian waduk yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat.

Aksi pembersihan dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat bersama Wakil Bupati Bandung Barat. Pusat kegiatan berlangsung di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, yang menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan eceng gondok paling tinggi. 

Secara bersamaan, pembersihan juga dilakukan di tujuh titik lainnya, yakni tiga lokasi di Kecamatan Cililin dan empat lokasi di Kecamatan Cihampelas, sehingga penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau area yang lebih luas.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas semakin masifnya pertumbuhan eceng gondok di Waduk Saguling. Kondisi ini dipicu oleh menurunnya kualitas air akibat tingginya beban pencemaran yang berasal dari wilayah hulu Sungai Citarum, ditambah limbah organik serta sisa pakan dari aktivitas Keramba Jaring Apung (KJA). 

Melimpahnya unsur hara di perairan menjadi pemicu utama berkembangnya eceng gondok secara tidak terkendali.

Apabila tidak segera ditangani, hamparan eceng gondok berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di perairan, mempercepat sedimentasi waduk, merusak keseimbangan ekosistem, hingga menghambat operasional Waduk Saguling. 

Bahkan, tumpukan tanaman tersebut juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan organisme pembawa penyakit. Dampak lainnya adalah terganggunya fungsi strategis Waduk Saguling sebagai pembangkit listrik tenaga air, pengendali banjir, penyedia air, serta sumber penghidupan masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan, berbagai sarana dikerahkan, mulai dari alat berat excavator, perahu ponton, armada pengangkut, hingga ratusan personel gabungan dari berbagai instansi. 

Fokus utama pengerahan alat berat berada di Desa Rancapanggung, sementara pembersihan di titik lainnya tetap dilakukan secara simultan.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan bahwa penanganan eceng gondok tidak cukup dilakukan secara insidental, tetapi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan. 

Bersama PLN Indonesia Power UBP Saguling, BBWS Citarum, TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, pengendalian eceng gondok akan terus dilakukan melalui pembersihan rutin, optimalisasi penggunaan alat berat dan perahu ponton, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Bupati Bandung Barat menegaskan, keberhasilan menjaga Waduk Saguling merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar waduk tetap bersih, produktif, dan mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai sumber energi, pengendali tata air, sekaligus penopang kehidupan masyarakat.

“Penanganan eceng gondok di Waduk Saguling tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, PLN Indonesia Power, BBWS Citarum, TNI/Polri, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat. Melalui gotong royong ini kita ingin memastikan Waduk Saguling tetap bersih, produktif, dan mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai sumber energi, pengendali tata air, sekaligus penopang kehidupan masyarakat. Semangat kebersamaan ini akan terus kami jaga sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat,” tegas Bupati Bandung Barat.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita