Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Lebih Dari 34 Bus Terobos Larangan di Jalur Kolonel Masturi Menuju Lokasi Wisata Lembang-Cisarua KBB

Lebih Dari 34 Bus Terobos Larangan di Jalur Kolonel Masturi Menuju Lokasi Wisata Lembang-Cisarua KBB

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Persoalan kendaraan bus pariwisata berukuran besar yang memasuki jalur wisata Lembang-Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, belum bisa teratasi. Dalam empat hari terakhir hingga Minggu (2/8/2026), sedikitnya 38 bus pariwisata dari luar daerah dilaporkan melintasi ruas Jalan Kolonel Masturi.

Bus-bus tersebut diketahui memasuki jalur melalui kawasan pertigaan Betrix dengan tujuan menuju sejumlah destinasi wisata yang berada di kawasan Lembang dan Cisarua, termasuk Park Zoo dan Dusun Bambu.

Padahal, di kawasan tersebut telah terpasang rambu larangan bagi kendaraan bus berukuran besar untuk melintas. Namun, keberadaan rambu tersebut dinilai belum cukup efektif untuk mencegah bus pariwisata menerobos jalur yang memiliki karakteristik jalan sempit dan berkelok.

Kondisi tersebut kerap menimbulkan persoalan di lapangan. Ketika bus berukuran besar berpapasan dengan kendaraan lain, sejumlah pengendara terpaksa mengurangi kecepatan bahkan mengalah untuk memberikan ruang agar bus dapat melintas.

Situasi semakin sulit ketika bus harus melewati tikungan dengan badan jalan yang terbatas. Akibatnya, arus kendaraan dapat tersendat dan memicu antrean panjang, terutama saat volume kendaraan wisatawan meningkat pada akhir pekan.

Warga menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan pengguna jalan serta kondisi infrastruktur di kawasan wisata yang memiliki kontur perbukitan.

Kekhawatiran juga muncul terhadap dampak jangka panjang dari lalu lintas kendaraan berat yang terus-menerus melewati jalur tersebut. Beban kendaraan yang besar dan tingginya intensitas bus dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan jalan serta memperbesar risiko terhadap kestabilan tanah di sejumlah titik rawan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga telah menyampaikan himbauan terkait pembatasan bus pariwisata agar tidak memaksakan diri memasuki jalur-jalur wisata yang memiliki keterbatasan kapasitas jalan, termasuk kawasan Lembang-Cisarua.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita