Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Akhiri Cara Tumbuk Manual, Mahasiswa UMPO Terapkan Coffee Pulper untuk Petani Kopi Sambiganen

Akhiri Cara Tumbuk Manual, Mahasiswa UMPO Terapkan Coffee Pulper untuk Petani Kopi Sambiganen

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Potensi kopi di Desa Persiapan Sambiganen, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, terus mendapat penguatan melalui inovasi teknologi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menghadirkan mesin coffee pulper, pengolahan limbah kulit kopi, hingga aplikasi manajemen keuangan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan bertajuk “Penerapan Teknologi Coffee Pulper sebagai Strategi Penguatan Kemandirian Ekonomi Dusun Ganen sebagai Desa Persiapan Pemekaran 2026” tersebut dilaksanakan di Balai Desa Persiapan Sambiganen, pada Selasa(11/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim PMM Universitas Muhammadiyah Ponorogo melakukan sosialisasi, praktik penggunaan teknologi, sekaligus serah terima hasil inovasi kepada dua mitra, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Buana Lestari dan Kelompok Ternak Sido Mukti.

Salah satu inovasi utama yang diberikan adalah mesin coffee pulper karya mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Mesin tersebut hadir sebagai solusi atas proses pengupasan kulit kopi yang selama ini masih dilakukan secara tradisional oleh KWT Buana Lestari dengan cara ditumbuk.

Dengan menggunakan coffee pulper, buah kopi yang baru dipetik dapat langsung dikupas dalam kondisi basah. Proses pengupasan menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien sehingga dapat mempercepat tahapan pengeringan serta membantu meningkatkan produktivitas pengolahan kopi masyarakat.

Program PMM juga tidak berhenti pada pengolahan biji kopi. Limbah kulit kopi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal mulai diolah agar memiliki nilai guna. Mahasiswa bersama masyarakat mempraktikkan proses pengolahan dan fermentasi kulit kopi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan Kelompok Ternak Sido Mukti, termasuk sebagai bahan pendukung pakan ternak maupun pupuk organik.

Dengan konsep tersebut, limbah dari pengolahan kopi tidak lagi hanya menjadi sampah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sehingga tercipta keterkaitan antara sektor perkebunan kopi dan peternakan yang dikembangkan masyarakat Sambiganen.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari program pemberdayaan. Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengembangkan aplikasi manajemen keuangan untuk membantu KWT Buana Lestari dan Kelompok Ternak Sido Mukti dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran.

Aplikasi tersebut menjadi solusi atas sistem administrasi keuangan kelompok yang selama ini belum tercatat secara tertib dan masih dilakukan secara manual. Melalui aplikasi tersebut, pengelolaan keuangan diharapkan menjadi lebih terstruktur, transparan, serta mudah dipantau oleh kelompok.

Program PMM ini merupakan programhibah pengabdian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang diketuai oleh Arin Yuli Astuti, S.Kom., M.Kom.. Program dirancang untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya dapat digunakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain penerapan teknologi, program tersebut turut memberikan 1.000 batang bibit kopi kepada kelompok tani sebagai upaya memperkuat potensi komoditas kopi di Sambiganen. Penambahan bibit diharapkan dapat memperluas budidaya kopi sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Marwanto, S.Pd., selaku Pj Kepala Desa Persiapan Sambiganen, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program PMM karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terlebih Sambiganen tengah mempersiapkan diri menuju desa definitif.

“Program PMM ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi salah satu dukungan bagi perkembangan Desa Persiapan Sambiganen menuju desa definitif. Kami berharap inovasi yang diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat,” ujar Marwanto.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita