BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Pernyataan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengenai harapannya untuk melanjutkan kepemimpinan selama lima tahun ke depan menjadi perhatian sejumlah warga dan warganet.
Pernyataan tersebut disampaikan Jeje saat menghadiri kegiatan On-Site Visit West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasir Buluh, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (16/9/2026).
Dalam sambutannya, Jeje menyampaikan bahwa berbagai persoalan di Kabupaten Bandung Barat menurutnya tidak seluruhnya dapat diselesaikan hanya dalam satu periode pemerintahan.
“Doain aja dilanjutkan lima tahun lagi, semoga bisa selesai. Jadi mohon doanya, ini bukan kampanye, ini mah harapan,” ujar Jeje dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut kemudian disambut respons dari sejumlah undangan yang hadir. Jeje kembali menyinggung pentingnya dukungan DPRD agar berbagai pekerjaan rumah pemerintah daerah dapat dituntaskan.
“Harus ya, asal dewan-dewan suport,” katanya.
Jeje juga menyampaikan bahwa selama menjalankan pemerintahan, sejumlah persoalan di Bandung Barat telah mulai ditangani secara bertahap.
“PR di Bandung Barat ini tidak bisa diselesaikan dalam lima tahun. Saya menjadi bupati, PR-nya sangat banyak. Alhamdulillah satu per satu kita selesaikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jeje turut menyoroti persoalan akses menuju kawasan TPST Pasir Buluh. Ia mengatakan kondisi jalan di sekitar lokasi masih perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, akses tersebut akan dibahas bersama perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), agar akses kendaraan menuju lokasi dapat lebih mudah.
“Saya akan suport ini, terkait akses dulu. Mungkin akses di sini memang tadi jalannya cukup rusak. Nanti kita diskusikan dengan PUTR untuk menghaluskan, setidaknya akses buat kendaraan supaya lebih mudah,” kata Jeje.
Pernyataan Jeje mengenai harapan melanjutkan kepemimpinan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sejumlah komentar yang muncul di akun TikTok @kanalbandung menunjukkan adanya warga yang mempertanyakan keinginan tersebut.
Sebagian warganet menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah daerah dan meminta agar persoalan pelayanan publik serta pembangunan menjadi perhatian sebelum membicarakan keberlanjutan kepemimpinan.
Ada pula komentar yang menyoroti persoalan transparansi anggaran dan pelaksanaan pembangunan. Namun, komentar-komentar tersebut merupakan pendapat pengguna media sosial dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran atau ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran.
Di sisi lain, proyek TPST Pasir Buluh sendiri memang tengah dipersiapkan Pemkab Bandung Barat sebagai proyek pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Proyek tersebut masuk dalam 12 proyek terpilih pada tahap akhir penilaian WJIC 2026.
WJIC merupakan ajang penjaringan proyek investasi yang diinisiasi Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. TPST Pasir Buluh ditawarkan sebagai salah satu proyek yang diharapkan dapat menarik mitra investasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di Bandung Barat.
Melalui pengembangan TPST tersebut, pemerintah daerah menargetkan pengelolaan sampah yang lebih terpadu serta pengurangan beban sampah menuju tempat pemrosesan akhir. Proyek itu juga diarahkan untuk menghasilkan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.
Sementara itu, munculnya respons warga terhadap pernyataan Jeje soal harapan melanjutkan kepemimpinan menunjukkan bahwa isu kinerja pemerintah daerah dan pembangunan di Bandung Barat masih menjadi perhatian publik.
Ke depan, masyarakat tentu akan menilai pelaksanaan berbagai program pemerintah berdasarkan hasil pembangunan, kualitas pelayanan publik, serta keterbukaan informasi yang dapat diakses masyarakat.

