Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Jejak Bom Rakitan Terbongkar, Pemuda Asal Bandung Barat Diamankan Polda Jabar

Jejak Bom Rakitan Terbongkar, Pemuda Asal Bandung Barat Diamankan Polda Jabar

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Aktivitas seorang pemuda berinisial MSA (25) di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, berujung pada penangkapan setelah polisi menemukan dugaan aktivitas perakitan bahan peledak dan senjata.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari patroli siber Polda Jawa Barat yang memantau sebuah grup WhatsApp bernama True Crime Community. Grup itu diketahui beranggotakan sekitar 29 orang dan menjadi ruang percakapan yang berkaitan dengan kejahatan ekstrem.

Dari pemantauan tersebut, polisi menemukan MSA sebagai salah satu anggota yang dinilai cukup aktif. Ia kemudian diamankan di kawasan Parongpong pada Jumat (11/9/2026).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, posisi MSA di dalam grup bukan sekadar sebagai anggota pasif. Penyidik menyebutnya berperan sebagai motivator kejahatan ekstrem dan diduga aktif mengglorifikasi tindakan kriminal.

“Yang bersangkutan ini paling aktif. Perannya ada sebagai motivator kejahatan ekstrem,” ujar Hendra saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (17/9/2026).

Penggeledahan yang dilakukan penyidik kemudian mengungkap temuan yang lebih serius. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berkaitan dengan bahan peledak dan senjata, termasuk bom rakitan serta sejumlah komponen yang masih didalami penyidik.

Menurut polisi, kemampuan tersebut dipelajari MSA secara mandiri. Tidak berhenti pada mempelajari teori, penyidik juga menemukan dokumentasi yang menunjukkan adanya praktik dan uji coba terhadap bahan peledak yang dibuatnya.

Hasil penyidikan sementara menyebut terdapat puluhan kali uji coba peledakan. Polisi menyatakan sekitar 16 kali uji coba melibatkan bahan berdaya ledak tinggi, sementara sekitar 40 kali lainnya menggunakan bahan berdaya ledak rendah. Aktivitas tersebut disebut turut direkam dan dibagikan melalui grup percakapan.

Penyidik menduga aktivitas itu dilakukan untuk memperoleh pengakuan dari anggota komunitas atas kemampuan MSA dalam membuat bahan peledak.

Selain persoalan bahan peledak, polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang berkaitan dengan senjata dan amunisi. Seluruh barang bukti kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap secara utuh aktivitas tersangka.

Meski demikian, polisi menyatakan penyidikan masih berlangsung. Hingga keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya sasaran tertentu yang berkaitan dengan dugaan rencana peledakan maupun penembakan.

Polda Jabar juga menyatakan belum menemukan keterlibatan MSA dengan organisasi atau kelompok radikal tertentu. Polisi masih menelusuri aktivitasnya di ruang digital, termasuk jejaring yang terhubung dengan grup True Crime Community.

Kasus ini sekaligus menjadi perhatian aparat terhadap aktivitas berbahaya yang berkembang melalui ruang digital.

Penyidik kini masih mengembangkan perkara untuk memastikan apakah aktivitas tersebut berhenti pada praktik dan komunikasi dalam grup atau memiliki keterkaitan dengan rencana kejahatan yang lebih jauh.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita