SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : ementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memperkuat pengawalan strategi logistik nasional melalui peninjauan langsung ke PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara, Balkis Kusumawati, pada Selasa (20/10) tersebut, secara khusus memantau kesiapan infrastruktur pelabuhan menghadapi implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) Tahun 2027.
Dalam lawatannya ke Tanjung Perak, rombongan pemerintah mengeksplorasi efektivitas integrasi antarmoda, terutama optimalisasi jalur kereta api barang yang langsung terhubung dengan area terminal. Sinergi ini dinilai krusial untuk menekan biaya logistik, mengurai kemacetan jalan raya, serta memperkuat posisi strategis Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang utama perdagangan nusantara.
Pada kesempatan itu, TPS memaparkan pengembangan layanan multimoda yang mendukung integrasi antarmoda transportasi guna meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperlancar distribusi barang, serta mendukung pengurangan kepadatan lalu lintas angkutan barang di jalan raya.
Selain meninjau fasilitas operasional terminal, rombongan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan juga memperoleh paparan mengenai berbagai upaya yang dilakukan pemangku kepentingan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dalam meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik. Penguatan integrasi antara moda transportasi laut dan kereta api dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan daya saing pelabuhan, serta memperkuat sistem logistik nasional.
Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan konektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
“Kami sangat menghargai perhatian pemerintah terhadap upaya penguatan konektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Pengembangan konektivitas antarmoda, termasuk integrasi layanan kereta api dengan pelabuhan, merupakan langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat daya saing logistik Indonesia. Sebagai bagian dari ekosistem Pelabuhan Tanjung Perak, TPS siap mendukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem logistik yang semakin terintegrasi, andal, dan berkelanjutan,” ujar Ali Sodikin.
Lebih lanjut, Ali Sodikin menyampaikan bahwa penguatan logistik nasional memerlukan sinergi yang erat antara regulator, operator pelabuhan, operator terminal, penyedia jasa transportasi, dan seluruh pelaku rantai pasok. Menurutnya, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis sebagai salah satu gerbang perdagangan utama Indonesia sehingga pengembangan konektivitas, baik melalui jalan maupun kereta api, perlu terus didorong untuk mendukung kelancaran distribusi barang dari dan menuju berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, Pelindo Group, operator terminal, dan seluruh pemangku kepentingan, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan semakin siap menjadi simpul logistik yang terintegrasi dan efisien. Penguatan konektivitas tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendukung implementasi Zero ODOL 2027, menurunkan biaya logistik nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global. (SNT)

