BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Bekerjasama dengan Packaging Recovery Organisation (IPRO), Bank UMKM Jatim dan PT. Reciki Solusi Indonesia. Pemkab.Bangkalan lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan siap operasionalkan TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu). Hal itu disampaikan oleh Kepala DLH Bangkalan, Anang Yulianto, Senin, (14/2/2022).
“Adanya keterbatasan biaya dalam pengelolaan sampah, khususnya dalam hal menyediakan sarana dan prasarana. Maka kerja sama ini sangat penting bagi Kabupaten Bangka,” terang Kepala DLH Bangkalan Madura Jatim, Anang Yulianto, Senin (14/2/2022).
Menurut mantan Sekretaris Sat.Pol.PP Bangkalan ini, hadirnya IPRO, PT Reciki Solusi Indonesia dan Bank UMKM Jatim sangat membantu dalam menciptakan pengelolaan sampah seperti amanat Undang-undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
Lebih lanjut, Anang menjelaskan, kewajiban pihak Pemkab Bangkalan membangun Gedung TSPT yang sudah mencapai 95% dan tinggal memasang jaringan listrik. PT Reciki sudah bisa menempatkan mesin, berbagai fasilitas serta mempersiapkan personil yang dibutuhkan untuk pengoperasian TPST.
Anang menambahkan TPST dibangun diatas lahan seluas 2,1 hektar nota bene merupakan lahan bekas TPA lama berlokasi di Desa Buluh, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, kondisinya nampak sudah overload. Oleh karena itu diambil keputusan untuk direvitalisasi sebagai TPST agar pengelolaan sampah di Bangkalan menjadi lebih baik.
“Dengan revitalisasi TPA tersebut, ada dua manfaat yang kami terima yakni, mengelola sampah baru dan merekondisi sampah lama yang sudah tertumpuk,” kata Anang.
Untuk diketahui, tambah Anang, Anang, Kabupaten Bangkalan setiap harinya memproduksi lebih kurang 500 ton sampah. Namun yang mampu terlayani oleh Pemerintah Daerah baru 80 ton per hari atau sekitar 16% dari 4 kecamatan, sedangkan Bangkalan terdiri dari 18 kecamatan. Menurut Anang, setelah TPST Bangkalan beroperasi, pihaknya bisa menambah jumlah layanan sehingga bisa mengelola sisa sampah lainnya.
“Kami siap mengkolaborasikan bank sampah, TPS3R dan TPST ini sehingga munculnya TPST bukan menjadi pesaing, tapi mengayomi kelompok-kelompok kecil yang kekurangan off taker untuk menerima produk mereka dalam pengelolaan sampah. Reciki bisa menjadi pintu dalam offtaker, sehingga bisa memberikan nilai tambah kepada mereka yang bergerak di lingkup kelurahan, RW, RT,” kata Anang.
Sementara itu Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu Maharani menyatakan bahwa Bank UMKM Jawa Timur memiliki tugas untuk mendukung usaha yang berpersfektif ramah lingkungan. Untuk itulah maka Bank UMKM berkomitmen untuk mendukung perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.
General Manager IPRO Zul Martini Indrawati berharap kerja sama multi pihak antara Pemerintah Daerah, sektor swasta Reciki, Bank UMKM Jatim dan IPRO ini bisa menghasilkan kolaborasi yang baik dalam tata kelola sampah. “Sekaligus juga menjadikan sampah terpilah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomis untuk industri daur ulang,” pungkasnya. (sumaryanto_kanalindonesia.com)
