Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Rangking Jokowi dan Prabowo Dalam Sejarah Presiden Indonesia

Rangking Jokowi dan Prabowo Dalam Sejarah Presiden Indonesia

Oleh: Denny JA

Penulis adalah Pengantar Buku kumpulan 76 Penulis Soal Pilpres 2024

Akankah Jokowi dan Prabowo mampu bertahan disukai dalam memori kolektif mayoritas publik Indonesia, untuk waktu yang sangat lama?

Di tahun 2045, di tahun ke- seratus Indonesia merdeka, bagaimanakah posisi Jokowi dan Prabowo? Bagaimana para sejarahwan menempatkan Jokowi dan Prabowo dalam ranking seluruh legacy presiden Indonesia?

Pertanyaan ini yang pertama muncul ketika saya membaca lebih dari 70 esai penulis Indonesia. Mereka mengeskpresikan kesan dan analisis. Yang dibahas adalah pemilu presiden Indonesia 2024, dan seputarnya.

Ketika merenungkan hal di atas, yang terlintas pertama dua sejarahwan Amerika Serikat, Arthur Schelesinger, Sr dan putranya: Arthur Schelesinger, Jr.

Sebuah survei tahun 1948 dilakukan oleh Schlesinger, yang mengumpulkan opini 75 sejarawan. Putra Schlesinger, Arthur M. Schlesinger Jr., melakukan jajak pendapat yang sama pada tahun 1996.

Forum sejarawan di Amerika Serikat membuat peringkat presiden AS paling berpengaruh dalam sejarah. Abraham Lincoln, George Washington, Franklin Roosevelt, hingga Thomas Jefferson masuk dalam rangking lima besar.

Untuk Indonesia, akankah Jokowi dan Prabowo masuk lima besar presiden Indonesia yang meninggalkan legacy di tahun 2045 itu?

-000-

Survei presiden di Amerika Serikat melibatkan para sejarahwan. Mereka menetapkan lima kriteria penilaian siapa presiden Amerika Serikat yang dianggap paling tinggi legacynya.

Pertama: Kepemimpinan dalam menangani krisis. Ini menyangkut kemampuan presiden untuk memimpin bangsa melalui masa-masa sulit dan krisis besar, seperti perang atau depresi ekonomi.

Kedua: Prestasi dan Kebijakan. Ini soal prestasi signifikan dan kebijakan yang memiliki dampak jangka panjang, baik dalam bidang domestik maupun internasional.

Ketiga: Karakter dan Integritas. Kualitas pribadi presiden, termasuk kejujuran, integritas, dan etika kerja juga dinilai.

Keempat: Visi dan Inovasi. Para presiden juga ditimbang dari sisi kemampuannya untuk menginspirasi dan membawa perubahan yang inovatif dan visioner untuk masa depan bangsa.

Kelima: Kemampuan politik. Ini menyangkut keahlian dalam navigasi politik, termasuk kemampuan untuk bekerja dengan para wakil rakyat di legislatif. Juga ia mampu membangun konsensus di antara para elit politik sangat berpengaruh.

Tapi dalam praktek politiknya, seorang presiden sering kali dikenang dan dihormati karena satu program atau kebijakan utama saja. Tapi kebijakan utama itu sangat mencolok dan memiliki dampak besar serta bertahan lama.

Satu kebijakan publik saja dapat membuat seorang presiden hidup dalam memori kolektif untuk waktu yang sangat lama.

Pasti itu untuk program atau kebijakan publik yang tidak hanya mencerminkan visi dan kepemimpinan presiden tersebut. Ia juga sering kali mengubah arah negara dan meninggalkan warisan yang berpengaruh.

Contoh satu program saja, program utama, kebijakan publik berdampak besar dari Presiden AS padalah di bawah ini.

Abraham Lincoln untuk kebijakan publik Proklamasi Emansipasi (1863). Lincoln mengeluarkan Proklamasi Emansipasi selama Perang Saudara, yang mengumumkan pembebasan budak di negara-negara Konfederasi.

Ini menandai langkah besar menuju penghapusan perbudakan di Amerika Serikat. Ia juga mengubah sifat perang menjadi perjuangan untuk kebebasan dan hak asasi manusia.

Proklamasi ini mengarah pada pengesahan Amandemen Ketigabelas. Yaitu menghapuskan perbudakan di seluruh negeri, menjadikan Lincoln sebagai simbol persatuan dan kebebasan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita