BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat Tahun Anggaran 2025 mengungkap realisasi anggaran mencapai Rp5,41 miliar dari pagu sebesar Rp5,807 miliar.
Berdasarkan dokumen LKPJ Kecamatan Gunung Halu, total anggaran yang dialokasikan pada 2025 tercatat sebesar Rp5.807.800.904. Dari jumlah tersebut, realisasi belanja mencapai Rp5.411.821.340 atau 93,18 persen.
Artinya, masih terdapat anggaran yang tidak terealisasi secara penuh.
Jika dilihat berdasarkan jenis belanja, belanja operasi mendapatkan pagu Rp5.772.742.904 dengan realisasi Rp5.376.763.340 atau 93,14 persen.
Sementara belanja modal memperoleh alokasi Rp35.058.000 dan seluruhnya terealisasi atau mencapai 100 persen.
Persentase realisasi tersebut menunjukkan sebagian besar anggaran Kecamatan Gunung Halu telah dibelanjakan. Namun, dokumen LKPJ juga mencatat adanya sejumlah kegiatan yang belum dapat dilaksanakan.
Dalam rincian sisa anggaran, Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota memiliki sisa sekitar Rp322,76 juta.
Kemudian Program Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik menyisakan sekitar Rp19,88 juta. Dokumen menyebut terdapat kegiatan yang belum dapat dilaksanakan karena keterlambatan dalam pencairan anggaran.
Kondisi serupa tercatat pada Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan. Dari pagu Rp1,767 miliar, realisasinya Rp1,735 miliar sehingga masih terdapat sisa sekitar Rp31,55 juta.
Sementara Program Koordinasi Ketentraman dan Ketertiban Umum memiliki sisa sekitar Rp21,77 juta, dengan keterangan adanya kegiatan yang belum dapat dilaksanakan akibat keterlambatan pencairan anggaran.
Adapun Program Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa menjadi satu-satunya program yang tercatat terealisasi 100 persen. Dari pagu Rp96,515 juta, seluruh anggaran tersebut dilaporkan terealisasi.
Secara keseluruhan, dokumen mencatat sisa anggaran program sebesar Rp395.979.664.
Target Kinerja Justru Melampaui Target
Menariknya, dari sisi indikator sasaran, Kecamatan Gunung Halu mencatat capaian yang cukup tinggi.
Dokumen LKPJ menyebut tujuan yang hendak dicapai adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, ketentraman dan ketertiban umum, serta pemberdayaan masyarakat desa.
Indikator sasaran yang digunakan adalah Nilai Sinergitas Kinerja Kecamatan Gunung Halu.
Target yang ditetapkan pada 2025 sebesar 74, sedangkan realisasinya mencapai 93.
Dengan demikian, capaian indikator tersebut berada jauh di atas target yang telah ditetapkan.
Pada 2025, Kecamatan Gunung Halu menjalankan 5 program, 12 kegiatan dan 29 subkegiatan.
Struktur organisasi kecamatan tersebut juga tercatat terdiri dari unsur sekretariat dan sejumlah seksi, dengan total pegawai sebanyak 17 orang, terdiri atas enam PNS struktural, empat PNS pelaksana, dua pegawai P3K penuh waktu dan lima pegawai P3K paruh waktu.
Ada Angka yang Perlu Dicermati
Di balik angka realisasi 93,18 persen tersebut, terdapat pula perbedaan angka yang tercantum dalam rincian dokumen.
Pada bagian realisasi anggaran, total pagu tercatat Rp5.807.800.904 dengan realisasi Rp5.411.821.340.
Namun pada tabel Keterangan Sisa Anggaran Program, total anggaran yang tercantum adalah Rp5.708.815.791, sementara realisasinya tetap Rp5.411.821.340 dan sisa disebut Rp395.979.664.
Perbedaan angka pagu inilah yang patut dicermati lebih lanjut untuk memastikan konsistensi antara tabel realisasi anggaran dan rincian sisa anggaran dalam dokumen pertanggungjawaban.
Dokumen LKPJ tersebut merupakan gambaran pelaksanaan program dan penggunaan anggaran Kecamatan Gunung Halu selama 2025, ketika Hari Mustika menjabat sebagai Camat Gunung Halu. Saat ini, Hari Mustika diketahui telah menjabat sebagai Camat Ngamprah.
Data tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam melihat sejauh mana anggaran yang telah dialokasikan pemerintah daerah benar-benar berbanding lurus dengan pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat.

