Oleh : Denny JA
Penulis adalah Konsultan Politik, Pendiri LSI-Denny JA, Penggagas Puisi Esai, Sastrawan, dan Penulis Buku
Setahun sebelum pelaksanaan pemilu 2024, hanya tiga partai yang perolehan dukungannya diatas 10%, Yaitu PDIP, Golkar dan Gerindra.
PDIP ditempat teratas mendapat dukungan sebesar 22.7%, Golkar ditempat kedua mendapat dukungan 13.8%, dan Gerindra ditempat ketiga mendapatkan dukungan 11.2%.
Ketiga partai ini berpeluang untuk menjadi pemenang di pemilu 2024. Karena pemilu legislatif dan pemilu presiden terjadi secara serentak, partai yang mengajukan calon presiden paling populer berpeluang menjadi partai terbesar.
Terdapat empat partai (di luar PDIP, Golkar, Gerindra) yang perolehannya melebihi parliamentary threshold 4%, yaitu: PKB, Demokrat, PKS, Nasdem.
PKB mendapat dukungan sebesar 8.0%, Demokrat mendapat dukungan sebesar 5.%, PKS mendapat dukungan sebesar 4.9%, dan Nasdem mendapat dukungan sebesar 4.4%.
Di luar tujuh partai di atas, partai-partai lain yang ikut pemilu di 2024, perlu berjuang extra untuk bisa lolos parliamentary threshold.
Semua partai baru (yang ikut baru pertama kalinya) masih menjadi partai Nol Koma (dukungan di bawah 1%)
Demikianlah temuan penting dari survei nasional terbaru LSI Denny JA. Data dan analisa didasarkan pada survei nasional pada tanggal 04 – 15 Januari 2023 dan riset kualitatif.
Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2.9%.
Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.
Bagian 1: Kategori Partai
Terdapat tiga kategori partai berdasarkan tahun kelahirannya.
Pertama, partai yang lahir sebelum reformasi, yaitu: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kedua, partai yang lahir setelah reformasi, yaitu: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Dalam kategori itu terdapat pula Partai Amanat Nasiona (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia Raya (Perindo), Partai Buruh, dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).
Ketiga, partai peserta pemilu pertama di 2024, yaitu: Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Ummat (PU)
Jika dilihat dari dukungan pemilih, terdapat empat kategori. Yaitu Partai Besar (partai dengan dukungan diatas 10%), Partai Menengah (partai dengan dukungan 4-10%), Partai Kecil (partai dengan dukungan 1-4%, dan terancam tidak lolos parlemen), dan Partai Nol Koma (partai dengan dukungan masih di bawah 1%).
Partai mana saja yang masuk Partai Besar? Partai mana saja yang masuk Partai Menengah? Partai mana saja yang masuk Partai Kecil? Partai manakah yang masuk Partai Nol Koma?
Kategori ini disusun berdasarkan data survei nasional (surnas) LSI Denny JA (Januari 2023).
Berdasarkan surnas LSI Denny JA Januari 2023, terdapat tiga Partai Besar, yaitu: PDIP dengan dukungan sebesar 22.7%, Partai Golkar dengan dukungan sebesar 13.8%, dan Partai Gerindra dengan dukungan sebesar 11.2%.
Ketiga partai di atas, mendapatkan dukungan lebih dari 10%, sehingga dikategorikan sebagai Partai Besar.
