Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BUDAYA DAN WISATA

Konflik Sampit 2002, Suku Dayak vs Suku Madura, dalam Puisi Denny JA: Amarah yang Terpendam, Kesedihan yang Puitis

Bahkan Jazil pun mempunyai pacar dari suku Dayak. Cerita bahwa ada orang Dayak yang bersuamikan orang Madura tetapi tetap dipancung oleh suku Dayak pun tidak membuatnya surut.

Alhasil, hanya surat Sanjalah yang dapat menyuruh Jazil pergi keluar dari Sampit. Sanja telah mewujudkan rasa cintanya: menyelamatkan nyawa Jazil.

Namun, alangkah sedihnya, Jazil bisa kembali ke Sampit tahun 2015, tapi takdir belum mampu mempertemukan mereka seperti semula.

DJA telah menjadi saksi proses Reformasi pasca mundurnya Soeharto pada Mei 1998. Puisi yang ditulis di atas merefleksikan esensi kemanusiaan yang mendalam untuk memahami dampak menyeluruh dari konflik pada orang-orang yang berada di lokasi konflik.

Bahkan pada masa sesudah konflik berakhir. Trauma dan kenangan pahit masih membekas.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita