Dalam Semangat Saintifik
Secara garis besar, saya menarik kesimpulan, kekhasan Denny JA sebagai pemikir agama adalah dikemukakannya riset sains untuk melengkapi agama dan spiritualitas.
Riset tidak bisa dilepaskan dengan ilmu pengetahuan, sebagai hasil temuan kelanjutan pembuktian empiris. Hubungan agama dan sains ini mengingatkan saya pada pernyataan Albert Einstein (1879-1955) bahwa, “Science without religion is lame. Religion without science is blind.”
Sebagai anak kandung yang muncul di era sains modern dan menempuh pendidikan mengenai riset dan dikenal sebagai tokoh riset nasional, tampaknya langkah yang ditempuh Denny JA sebagai pemikir agama adalah sebangun dengan apa yang diucapkan oleh Einstein.
