Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Surveior Akreditasi dan Keselamatan Pasien:  World Patient Safety Day 2023

Selain itu, prinsip feedback konstruktif, yang merupakan inti dari evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, sangat sesuai dengan aspek ‘proses’ dalam model Donabedian. Dengan memberikan saran dan solusi yang konstruktif, surveior akreditasi tidak hanya membantu fasilitas pelayanan kesehatan untuk memahami area yang perlu perbaikan, tetapi juga memberi peluang bagi staf medis untuk beradaptasi dan meningkatkan keterlibatan pasien. Ini sejalan dengan pandangan Donabedian bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tinggi adalah hasil dari proses iteratif dan berkelanjutan, yang memerlukan evaluasi dan penyesuaian konstan. Dengan demikian, penerapan teknologi dan feedback konstruktif adalah dua alat yang saling melengkapi dalam upaya memaksimalkan kualitas pelayanan kesehatan, sejalan dengan teori Donabedian.

G.Kurangnya Kultur Keselamatan yang Terbuka

Mengadopsi konsep dari Dr. James Reason, ahli keselamatan pasien yang terkenal dengan “Swiss Cheese Model”-nya, kita dapat memahami pentingnya budaya yang mendukung pengakuan dan pembelajaran dari kesalahan dalam lembaga kesehatan. Dr. Reason menekankan bahwa kesalahan adalah bagian tak terhindarkan dari sistem manusia. Namun, dalam budaya yang tidak mendukung pengakuan atau pembelajaran dari kesalahan, terdapat hambatan dalam identifikasi dan penanganan titik kelemahan dalam sistem, yang akhirnya meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasien. Oleh karena itu, menghadapi tantangan dalam budaya semacam ini membutuhkan sebuah revolusi dalam pemikiran: mendorong perubahan menuju budaya yang lebih terbuka di mana kesalahan diakui, dilaporkan, dan paling penting, digunakan sebagai peluang untuk belajar dan melakukan perbaikan. Dengan demikian, fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengurangi celah yang mungkin mengarah pada kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien.

VII.Masa Depan Keselamatan Pasien dan Peran Surveior Akreditasi

Mengacu pada teori manajemen kualitas total (Total Quality Management) oleh W. Edwards Deming, keselamatan pasien merupakan salah satu aspek kualitas pelayanan yang harus diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Seiring perkembangan teknologi medis dan pengetahuan dalam dunia kesehatan, ekspektasi terhadap keselamatan pasien menjadi semakin tinggi. Deming menekankan pentingnya peningkatan berkelanjutan dan dalam konteks ini, fasilitas pelayanan kesehatan dituntut untuk selalu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut guna meminimalkan risiko bagi pasien. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen kualitas total, fasilitas pelayanan kesehatan dapat merespon tantangan keselamatan pasien dengan lebih efektif dan sistematis.

A.Implikasi untuk Masa Depan Keselamatan Pasien

Berdasarkan teori Diffusion of Innovations oleh Everett M. Rogers, kemajuan teknologi dalam bidang medis yang kontinu menandakan pergeseran penting dalam adopsi inovasi untuk meningkatkan keselamatan pasien. Teknologi canggih, yang mampu mendeteksi dan mencegah kesalahan medis, merupakan contoh inovasi yang diterima dan diadopsi oleh fasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan keselamatan pasien. Sementara itu, edukasi dan pelatihan bagi tenaga medis menekankan pentingnya “komunikasi saluran” dalam proses difusi inovasi, memastikan bahwa tenaga medis tetap terinformasi dan di-update dengan praktik terbaik. Namun, dengan meningkatnya kompleksitas prosedur dan teknologi, penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk memahami bahwa siklus adopsi inovasi bukanlah proses statis; sistem pendukung keselamatan pasien harus terus-menerus beradaptasi dan berkembang, mirip dengan cara inovasi terus diperbarui dan diterima dalam masyarakat.

B.            Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Meningkatkan Kontribusi Surveior Akreditasi

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita