Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BUDAYA

Sejarah Tari Keling Pulung, Kesenian Rakyat yang Lahir pada 1942

Sejarah Tari Keling Pulung, Kesenian Rakyat yang Lahir pada 1942

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM – Di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, masyarakat menjaga sebuah kesenian tradisional yang telah melewati perjalanan panjang. Mereka mengenalnya sebagai Tari Keling Guno Joyo, sebuah kesenian rakyat yang tidak hanya menyajikan pertunjukan, tetapi juga menyimpan sejarah, identitas sosial, serta ingatan kolektif masyarakat setempat.

Sejumlah penelitian akademik menempatkan 1942 sebagai titik penting dalam sejarah kelahiran Tari Keling di Dusun Mojo. Kajian berjudul Sejarah Tari Keling dan Upaya Pelestariannya (Studi Historis Sosiologis di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Tahun 1942–2012) yang terbit dalam AGASTYA: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya meneliti secara khusus perjalanan sejarah dan upaya pelestarian kesenian tersebut.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami sejarah Tari Keling sekaligus melihat proses masyarakat mempertahankan kesenian itu dari waktu ke waktu. Dengan demikian, tahun 1942 bukan semata-mata berasal dari cerita turun-temurun, tetapi juga menjadi bagian dari kajian historis-sosiologis mengenai Tari Keling.

Kajian lain yang diterbitkan dalam Prosiding Lokakarya Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Ponorogo juga mencatat kemunculan Tari Keling di Dusun Mojo pada 1942. Penelitian tersebut menggambarkan kondisi masyarakat ketika menghadapi situasi sulit akibat persoalan politik dan kemarau panjang. Dalam kondisi tersebut, masyarakat mengembangkan kesenian sebagai salah satu bentuk aktivitas sosial dan hiburan dengan sumber daya yang terbatas.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita